“Darah Itu Warnanya Merah, Jenderal!”

Museum Pancasila Sakti

Sebuah catatan tentang kunjungan ke Monumen Pancasila Sakti dan Museum Satria Mandala

***

Anda yang lahir dan besar di zaman Orde Baru, pasti tahu dari mana kalimat judul di atas kami kutip. Betul, kalimat tersebut diambil dari cuplikan dialog film Pengkhianatan G-30-S/PKI yang disutradai Arifin C. Noer. Film yang dirilis pada 1984 itu merupakan salah satu film laris pada zamannya, kemudian menjadi tontonan wajib tiap tanggal 30 September tiba. Pasca runtuhnya Orde Baru, film ini pun turut dipaksa turun dari gelombang siaran televisi karena dianggap representasi Orde Baru di bidang sosial politik.

Terlepas dari adanya kontroversi tentang apa yang sebenarnya terjadi di malam 30 September 1965, penghentian pemutaran film tersebut menyebabkan adanya kekosongan / gap sejarah di benak generasi yang lahir pasca Reformasi 1998.

Karena itu, SDIT Al-Furqon pada 18 Februari 2015 mengajak siswa-siswanya untuk berkunjung ke Museum Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Monumen ini dibangun di atas lahan seluas 9 Hektar, atas prakarsa Presiden ke-2 RI, Soeharto. Monumen ini terletak Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Di sebelah selatan terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, sebelah utara adalah Bandar Udara Halim Perdanakusuma, sedangkan sebelah timur adalah Pasar Pondok Gede, dan sebelah barat, Taman Mini Indonesia Indah.

photo817292514077812707

Asyik mendengarkan keterangan dari bapak pemandu

Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebun kosong yang dijadikan sebagai pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia. Kemudian, tempat itu dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan pembuangan terakhir para korban Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Di kawasan kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua sedalam 12 meter yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S/PKI. Sumur tua itu berdiameter 75 Cm.

photo817292514077812780

Sumur maut Lubang Buaya, tempat pembuangan ketujuh jenazah pahlawan Revolusi

Setelah menyimak penjelasan dari pengelola museum, dan berkeliling di sekitar lokasi, rombongan SDIT Al-Furqon menyempatkan diri berfoto di depan patung ketujuh Pahlawan Revolusi.

photo702975177741412312

photo817292514077812739

Di hari yang sama, selain mengunjungi Monumen Pancasila Sakti, rombongan siswa-siswi SDIT Al-Furqon juga mengunjungi Museum Satria Mandala. Museum Satria Mandala adalah museum sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Museum yang diresmikan pada tahun 1972 oleh mantan Presiden Indonesia, Soeharto ini awalnya adalah rumah dari salah satu istri mantan Presiden Indonesia, Soekarno, yaitu istrinya yang bernama Ratna Sari Dewi Soekarno. Dalam museum ini dapat ditemui berbagai koleksi peralatan perang di Indonesia, dari masa lampau sampai modern seperti koleksi ranjau, rudal, torpedo, tank, meriam bahkan helikopter dan pesawat terbang (satu di antaranya adalah pesawat Cureng yang pernah diterbangkan oleh Marsekal Udara Agustinus Adisucipto).

photo817292514077812781

photo817292514077812776

Selain itu museum ini juga menyimpan berbagai berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan TNI seperti aneka senjata berat maupun ringan, atribut ketentaraan, panji-panji dan lambang-lambang di lingkungan TNI. Selain itu di museum ini dipamerkan juga tandu yang dipergunakan untuk mengusung Panglima Besar Jenderal Soedirman saat dia bergerilya dalam keadaan sakit melawan pendudukan kembali Belanda pada era 1940-an.

photo702975177741412314

photo817292514077812787

photo817292514077812709

Masih dalam kompleks Museum TNI Satriamandala ini terdapat juga Museum Waspada Purbawisesa yang menampilkan diorama ketika TNI bersama-sama dengan rakyat menumpas gerombolan separatis DI/TII di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan pada ear tahun 1960-an. Fasilitas lainnya yang ada di Museum TNI Satriamandala ini antara lain adalah Taman Bacaan Anak, Kios Cinderamata, Kantin serta Gedung Serbaguna yang berkapasitas 600 kursi.

Maka, seperti yang disampaikan Ir. Soekarno, presiden pertama RI, JASMERAH: “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!” Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi dan mencegah keburukan-keburukan di masa itu terulang kembali. [AlFurqon/AP]

 

Read More

Team Building Guru dan Karyawan SDIT Al-Furqon

Senyum!

Pada tanggal 25 Maret 2016, para guru dan karyawan SDIT Al-Furqon melaksanakan sebuah acara yang diberi nama “Team Building Guru dan Karyawan SDIT Al-Furqon”. Sebagaimana diisyaratkan namanya, acara ini dimaksudkan untuk membangun rasa kesatuan dan persatuan antar seluruh guru dan karyawan.

Taman Wisata Matahari Puncak menjadi saksi bisu acara ini. Diawali dengan doa pagi bersama di atas bus, kami meluncur dari daerah Grogol Selatan ditemani sejuk yang kian lama makin menghangat. Perjalanan yang diwarnai macet, diselipi acara kesan-pesan tiap peserta, juga door prize menarik dari pihak sekolah.

Pak Munir memberikan kesan-pesan beliau selama 17 tahun bekerja di SDIT Al-Furqon

Pak Munir memberikan kesan-pesan beliau selama 17 tahun bekerja di SDIT Al-Furqon

 

Duet Maut MC & Munsyid al-Furqon

Duet Maut MC & Munsyid al-Furqon

Setelah sekira tiga jam perjalanan, sampailah kami di lokasi. Rasa bosan yang mulai menghinggapi hilang sudah. Kami disambut oleh hangatnya aneka makanan rebusan yang sudah disediakan oleh tim Taman Wisata Matahari.

Dipilih, dipilih, dipilih...

Dipilih, dipilih, dipilih…

Setelah itu para guru dan karyawan dipandu untuk mengikuti beberapa kegiatan outbound. Ada beberapa simulasi yang diharapkan akan bisa memupuk ukhuwwah antara kami agar tumbuh lebih rimbun, hijau, dan muntijah. Ada kelucuan dan kekagetan yang muncul, menambah warna-warni acara kami.

photo_2016-04-21_14-22-46

photo_2016-04-21_14-24-17

photo_2016-04-21_14-23-57 photo_2016-04-21_14-23-43 photo_2016-04-21_14-25-43 photo_2016-04-21_14-25-59

Yang tak kalah seru, outbound yang kami lakukan disambung dengan sesi perang paintball. Perang paintball adalah simulasi tempur dengan menggunakan pistol berpeluru cat. Pistolnya pun tidak bertenaga mesiu namun gas karbondioksida bertekanan tinggi. Seru!!!

photo_2016-04-21_14-28-22

photo_2016-04-21_14-21-44

aim and shoot!

Hujan yang turun memutus sesi perang-perangan kami. Maklum, peluru paintball memang tak boleh kebasahan. Jika basah, akan menjadi lembek dan tidak bisa dipakai lagi. Karena cuaca, beberapa agenda yang sudah direncanakan terpaksa dibatalkan. Namun hal itu tidak mengurangi kegembiraan yang telah hadir sepanjang acara. Sebakda acara ini, semoga tim guru dan karyawan SDIT al-Furqon semakin solid dan semangat dalam berkhidmat bagi umat. Allahu akbar ! [AlFurqon/AP]

Read More

Mukhoyyam Qur’an, Melestarikan Kebaikan

Belum hilang sepenuhnya lelah akibat perjalanan tempo hari ke Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, beberapa hari kemudian kami dewan guru SDIT Al-Furqon sudah berada di Villa Amarto, Cisarua untuk melaksanakan Mukhoyyam Qur’an 1437 H / 2015 M. Pada acara yang diikuti oleh 58 orang siswa ini, (termasuk siswa sekolah lain) , SDIT Al-Furqon berinisiatif mengisi liburan dengan hal yang bermanfaat, dalam hal ini program Tahfizh Al-Qur’an.

Selama tiga hari empat malam, dari tanggal 25 hingga 28 Desember 2015 M / 13 sampai 16 Robiul Awwal 1437 H para siswa diperkuat interaksinya dengan al-Qur’an. Peserta yang dipimpin oleh sebelas orang pembimbing ini menjalani program berupa menghafal Qur’an setiap harinya. Tak lupa, demi memperkuat kondisi fisik maka para peserta juga diajak mengikuti olahraga renang dan tafakkur alam. Yang membedakan program Tahfizh di Mukhoyyam Qur’an ini dengan di sekolah adalah metodenya yang lebih intensif. Di sini, siswa diberikan waktu lima menit untuk menghafal, untuk kemudian menyetorkan hafalannya pada pembimbing masing-masing.
Pada sepertiga malam terakhir, siswa pun disemai kebiasaannya menunaikan Qiyamul Lail, agar ayat-ayat Qur’an yang sudah dihafalkan semakin meresap ke sanubari siswa. Disambung dengan shalat subuh berjama’ah dan dzikir al-Ma’tsurat, semoga bisa menjadi amalan harian siswa kelak selepas acara ini, bahkan selepas lulus dari SDIT Al-Furqon. Semoga kita semua tercatat sebagai orang-orang yang menghidupkan sunnah Nabi saw.

qurancamp-renang_akhwat qurancamp_renang1 qurancamp_pose1 qurancamp_jalanjalan

Alhamdulillah, atas izin Allah, kesungguhan para pembimbing, dan antusiasme yang begitu besar dari para peserta, banyak peserta yang bertambah hafalannya. Di antara mereka yang membuat rekor jumlah hafalan baru adalah ananda Gholib sebanyak 15 halaman, dan Salsha yang bertambah hafalannya satu juz. Semoga dapat menjaga hafalannya, dan hafalan itu menjadi kebaikan di dunia dan akhirat.

qurancamp_setor3 qurancamp_setor2 qurancamp_syuro qurancamp-3guru

Acara Mukhoyyam Qur’an ini dapat berjalan dengan baik,alhamdulillah dengan bantuan berbagai pihak.Terimakasih, jazakumullah ahsanal jaza, kami ucapkan yang pertama, kepada Keluarga Besar Bapak Tri Kuncoro, kakek dari dua orang siswa kami,Farrel dan ananda Fabian selaku pemilik Villa Amarto.Yang kedua, para wali murid yang meluangkan waktu untuk mengantarkan anak-anaknya ke lokasi. Yang ketiga, rekan-rekan dari KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) yang telah menyumbangkan mushaf al-Qur’an yang dipakai selama acara.

Ya Allah, jadikanlah kami ahlul-qur’an…[AF/ap]

Read More

Mengikhtiarkan Generasi Robbani di Mandalawangi

Langit cerah tersenyum menemani kami di perjalanan pagi itu. Wajah-wajah ceria para siswa terlihat begitu antusias untuk berangkat, terlihat pula ransel-ransel bawaan mereka. Senin pagi, 21 Desember 2015 M (9 Robi’ul Awwal 1437 H), kami berangkat menggunakan dua unit truk tronton menuju Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas. Di tempat itulah sampai keesokan harinya, total dua hari satu malam, kami mengadakan acara Study Camp 2015 M / 1437 H. Acara tahun ini mengambil tema “Membentuk Generasi Robbani dan Mandiri”, dan diikuti oleh kelas 5 dan 6 SDIT Al-Furqon Jakarta.

studycamp_berangkat

Perjalanan berangkat, ditemani kabut yang genit menggoda

Setelah melalui perjalanan sekira empat jam, tibalah kami di Bumi Perkemahan Mandalawangi, disambut dinginnya gerimis bercampur angin dan senyum hangat tim advanced yang berangkat semalam sebelumnya. Sempat terbit kekhawatiran kami, akankah gerimis ini membesar menjadi hujan yang mengganggu agenda? Lirih kami berdoa pada Sang Maha Kuasa agar Dia menundukkan hamba-Nya yang berupa cuaca agar agenda dakwah ini bisa terus berjalan.

Setelah beristirahat, kami melanjutkan agenda kami dengan outbound. Ada delapan games yang disediakan para panitia bagi para siswa. Hujan masih saja terus mengguyur, bahkan semakin deras, namun–subhanallah–tak menyurutkan antusiasme para siswa dan dewan guru. Di tengah hujan, permainan terus dilanjutkan. Tim yang berhasil menyelesaikan sebuah permainan, akan diberikan poin yang kemudian akan diakumulasi, untuk mengetahui tim mana yang menjuarai study camp kali ini.

studycamp_game_pipa

Game Pipa Bocor

Game Merayap

Game Merayap

Guru-guru kami nan pemberani

Guru-guru kami nan pemberani

Sang jenderal

Sang jenderal

Hujan? Nggak masalah!

Hujan? Nggak masalah!

Malamnya, setelah semua lelah kami berkurang oleh hangatnya mie instan cup dan gorengan buatan Bu Zahro,kami melanjutkan dengan agenda api unggun. Di sini, tiap tim menampilkan yel-yel mereka dan juga melakukan pentas seni di depan kawan-kawan dan guru-guru mereka. Suasana semakin hangat, apalagi dengan adanya atraksi pemberani pak Robit di depan api unggun.

Di waktu tidur, rupanya Allah berkenan kabulkan do’a kami. Hujan tak lagi mengguyur dengan ganasnya, meski angin kencang sesekali menyapa, sekedar mengingatkan agar tetap waspada. Udara dingin, mungkin di angka belasan derajat celcius. Membuat kami bersyukur bahwa Jakarta tak sedingin ini, meski kadang gerah menyelimuti.

Paginya, ada kompetisi memasak nasi goreng antar tim dengan Pak Habib, Bu Tika, dan Bu Ani sebagai jurinya. Nasi goreng yang beraneka–mulai dari a la chef hingga a la kadarnya–dengan sukses meluncur ke tenda panitia. Sesudah sarapan nasi goreng, kami mengadakan trekking ke Curug Cibogo, curug kecil yang berada di dalam kawasan Bumi Perkemahan Mandalawangi. Medan yang naik turun dan melewati Rumah Hutan, membuat para siswa makin antusias dalam menjelajahinya. Suasana makin bertambah seru dengan aneka games yang disiapkan panitia sepanjang jalur trekking.

Ba’da zuhur, setelah membereskan barang bawaan. kami pun bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta, membawa aneka pengalaman dan perasaan gembira. Sampai jumpa, Mandalawangi. Semoga kita berjumpa lagi. [AF/And]

berpose sebelum pulang

berpose sebelum pulang

Perjalanan pulang

Perjalanan pulang

Read More