Dari SDIT Al-Furqon untuk Palestina

Posted by on Agu 7, 2017 in News | 0 comments

Pada tanggal 14 Juli 2017, penjajah Israel menutup akses kaum muslimin di Palestina ke Masjidil Aqsha, menyusul insiden yang menewaskan dua polisi pendudukan. Penutupan ini merupakan yang pertama sejak tahun 1969.

Sejumlah muslimin Palestina terpaksa shalat di jalanan setelah akses ke Masjidil Aqsha ditutup penjajah Israel. Payung di foto digunakan sebagai sutrah (pembatas) area shalat. Sumber foto: dream.co.id

Akibat penutupan ini, kaum muslimin Palestina tidak lagi bisa shalat di dalam kompleks Masjidil Aqsha dan terpaksa harus shalat di jalanan. Selain itu penjajah Israel juga memasang detektor logam dan kamera pengintai (CCTV) di area Al Haram Asy Syarif.

Penutupan ini mengundang reaksi luas di seluruh dunia, khususnya  dunia Islam. Pemerintah negara-negara Islam dan mayoritas Muslim ramai-ramai mengutuk tindakan ini, termasuk Indonesia. Kaum Muslimin juga banyak mengadakan unjuk rasa dan penggalangan dana kemanusiaan untuk meringankan penderitaan korban perang di Palestina.

Tak terkecuali di SDIT Al Furqon, pada hari Jum’at, 28 Juli 2017 mengadakan Munashoroh dan Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk Palestina bekerjasama dengan KISPA (Komite Indonesia untuk Rakyat Palestina).

Keceriaan para siswa saat mengumpulkan dana kemanusiaan bagi rakyat Palestina

Proses penghitungan sumbangan

Beberapa siswa sedang memberikan sumbangan

Dalam acara ini alhamdulillah terkumpul sumbangan dana sebesar Rp 16.150.000,- yang diserahterimakan secara simbolis dari Ust. Asep Habibunnajar (Kepala SDIT Al-Furqon) kepada Ust. Alauddin sebagai perwakilan KISPA.

Penyerahan secara simbolis sumbangan kemanusiaan SDIT Al-Furqon

Jazakumullah ahsanal jaza’ kami ucapkan kepada segenap donatur yang telah berderma, semoga mendapatkan balasan sebaik-baiknya dari Allah Azza wa Jalla.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *