Mengikhtiarkan Generasi Robbani di Mandalawangi

Posted by on Des 31, 2015 in News | 0 comments

Langit cerah tersenyum menemani kami di perjalanan pagi itu. Wajah-wajah ceria para siswa terlihat begitu antusias untuk berangkat, terlihat pula ransel-ransel bawaan mereka. Senin pagi, 21 Desember 2015 M (9 Robi’ul Awwal 1437 H), kami berangkat menggunakan dua unit truk tronton menuju Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas. Di tempat itulah sampai keesokan harinya, total dua hari satu malam, kami mengadakan acara Study Camp 2015 M / 1437 H. Acara tahun ini mengambil tema “Membentuk Generasi Robbani dan Mandiri”, dan diikuti oleh kelas 5 dan 6 SDIT Al-Furqon Jakarta.

studycamp_berangkat

Perjalanan berangkat, ditemani kabut yang genit menggoda

Setelah melalui perjalanan sekira empat jam, tibalah kami di Bumi Perkemahan Mandalawangi, disambut dinginnya gerimis bercampur angin dan senyum hangat tim advanced yang berangkat semalam sebelumnya. Sempat terbit kekhawatiran kami, akankah gerimis ini membesar menjadi hujan yang mengganggu agenda? Lirih kami berdoa pada Sang Maha Kuasa agar Dia menundukkan hamba-Nya yang berupa cuaca agar agenda dakwah ini bisa terus berjalan.

Setelah beristirahat, kami melanjutkan agenda kami dengan outbound. Ada delapan games yang disediakan para panitia bagi para siswa. Hujan masih saja terus mengguyur, bahkan semakin deras, namun–subhanallah–tak menyurutkan antusiasme para siswa dan dewan guru. Di tengah hujan, permainan terus dilanjutkan. Tim yang berhasil menyelesaikan sebuah permainan, akan diberikan poin yang kemudian akan diakumulasi, untuk mengetahui tim mana yang menjuarai study camp kali ini.

studycamp_game_pipa

Game Pipa Bocor

Game Merayap

Game Merayap

Guru-guru kami nan pemberani

Guru-guru kami nan pemberani

Sang jenderal

Sang jenderal

Hujan? Nggak masalah!

Hujan? Nggak masalah!

Malamnya, setelah semua lelah kami berkurang oleh hangatnya mie instan cup dan gorengan buatan Bu Zahro,kami melanjutkan dengan agenda api unggun. Di sini, tiap tim menampilkan yel-yel mereka dan juga melakukan pentas seni di depan kawan-kawan dan guru-guru mereka. Suasana semakin hangat, apalagi dengan adanya atraksi pemberani pak Robit di depan api unggun.

Di waktu tidur, rupanya Allah berkenan kabulkan do’a kami. Hujan tak lagi mengguyur dengan ganasnya, meski angin kencang sesekali menyapa, sekedar mengingatkan agar tetap waspada. Udara dingin, mungkin di angka belasan derajat celcius. Membuat kami bersyukur bahwa Jakarta tak sedingin ini, meski kadang gerah menyelimuti.

Paginya, ada kompetisi memasak nasi goreng antar tim dengan Pak Habib, Bu Tika, dan Bu Ani sebagai jurinya. Nasi goreng yang beraneka–mulai dari a la chef hingga a la kadarnya–dengan sukses meluncur ke tenda panitia. Sesudah sarapan nasi goreng, kami mengadakan trekking ke Curug Cibogo, curug kecil yang berada di dalam kawasan Bumi Perkemahan Mandalawangi. Medan yang naik turun dan melewati Rumah Hutan, membuat para siswa makin antusias dalam menjelajahinya. Suasana makin bertambah seru dengan aneka games yang disiapkan panitia sepanjang jalur trekking.

Ba’da zuhur, setelah membereskan barang bawaan. kami pun bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta, membawa aneka pengalaman dan perasaan gembira. Sampai jumpa, Mandalawangi. Semoga kita berjumpa lagi. [AF/And]

berpose sebelum pulang

berpose sebelum pulang

Perjalanan pulang

Perjalanan pulang

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *