Pererat Ukhuwah dengan I’tikaf

Posted by on Agu 25, 2013 in News | 6 comments

Malam belum terlalu pekat di langit Sentul City. Kaum Muslimin baru saja merasakan nikmat pertama yang dirasakannya saat berpuasa. Yaitu berbuka. Karena nikmat yang kedua akan mereka rasakan (biidznillah) di surga kelak – melihat Dzat Allah yang menjadi cita-cita tertinggi mereka. Sebuah kenikmatan di atas semua kenikmatan yang ada. Kenikmatan yang tak mampu diterjemahkan kedalam bahasa sastra sekalipun. Inilah puncak kenikmatan yang sesungguhnya. Alangkah beruntungnya mereka yang dianugrahi kenikmatan itu oleh-Nya. Maka semoga kita termasuk diantara mereka yang dijanjikan Allah SWT – melihat Dzat-Nya di surga. Amiin!

Sekelompok pria dari sebuah lembaga pendidikan keluar dari Kijang hitam berplat ‘B’. Obrolan-obrolan kecil bersahutan (termasuk komentar-komentar takjub). Seakan terpana,pandangan mereka menghinggapi salah satu maskot kota itu. Sebuah masjid yang diambil dari sebuah nama kota di Spanyol. Kota yang menyimpan kenangan manis akan masa keemasan Islam. Sekaligus menjadi salah satu pusat kerajaan Islam di Eropa, bahkan dunia. Ya, langkah mereka terhenti di halaman utama Masjid Andalusia, Bogor. Masjid yang terletak tepat di depan Kampus Tazkia binaan Dr.Syafi’i Antonio.

Halaqah tarbiyah wal Qur'an

Halaqah tarbiyah wal Qur’an

Menjelang istirahat

Menjelang istirahat

“Kami bukan angkatan bersenjata (karena bukan tentara :D). Juga tak pernah membawa perisai karena bukan Polisi Anti Huru-hara. Cukup sebuah Mushaf – Al-Qur’an yang menjadi genggaman kami – kemana pun kami pergi. Itulah senjata dan perisai sesungguhnya. Termasuk ketika kami melaksanakan i’tikaf di Masjid Azzikra dan Andalusia ini,” ungkap pria berkacamata, salah satu di antara mereka kepada seorang anak kecil yang ditemuinya di lantai dua masjid itu. Si anak tersenyum simpul dan bermanja di pangkuan ayahnya. Sepasang ayah dan anak yang sudah lebih awal ber-i’tikaf. Subhanallah!

Yang khusyuk ya, Pak Eka!

Yang khusyuk ya, Pak Eka!

I’tikaf merupakan Salah satu kebijakan Kepala Sekolah dan sudah berjalan selama dua tahun. Sebagai guru, kami – semua guru ikhwan SDIT Al Furqon merasa bahagia dengan adanya kegiatan yang super positif ini. Bermula dari tanggal 21 sampai 26 Ramadhan yang biasanya kami lakukan di luar kota Jakarta. Maka dengan kegiatan ini diharapkan berbagai pelajaran dan wawasan kami kian bertambah. Ruhiyah kian terasah, motivasi merebah, kami pun larut dalam lautan hikmah. Semoga pahala ikut berlinang dalam catatan amal kami. Amiin!

Pak Habib 'komandani' tilawah bersama

Pak Habib ‘komandani’ tilawah bersama

Mr. Wahyu tak mau kalah!

Mr. Wahyu tak mau kalah!


Selain berninali positif seperti yang sudah disebutkan, i’tikaf yang kami lakukan juga sangat berdampak pada ukhuwah di antara guru. Kami tak hanya seperti partner dalam mengajar. Lebih dari itu, kami merasa seperti saudara. Yang tentunya akan menampah power kami dalam mengajar di sekolah (The power of teaching). Maka, tali ukhuwah yang sudah terjalin ini akan kami ikat semakin kuat. Insya Allah!

Come back to Jakarta

Come back to Jakarta



Dan... melanjutkan i'tikaf di Mushalla SDIT Al Furqon

Dan… melanjutkan i’tikaf di Mushalla SDIT Al Furqon

6 Responses to “Pererat Ukhuwah dengan I’tikaf”

  1. allahumma inna nas’aluka husnul khotimah wana’udzubika min su’ul khotimah

  2. jazakumullah pak mulyadi

  3. puji-ummi aci says:

    guru adalah kunci keberhasilan sebuah pendidikan yg berkarakter. saya senang dg program2 spt i’tikaf para guru ini, insyaALLAH akan meningkatkan kualitas pendidikan di SDIT Al-furqan…barakallah

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *